Apakah Al-Qur’an Qalam Allah
? Atau Qalam Nabi ?
Muhammad Iqbal Ash-Shiddieqy 1930301028
Pendahuluan
Kata al Qur’an
menurut Bahasa mempunyai arti yang bermacam-macam, salah satunya adalah
bacaan atau sesuatu yang harus di bac, dipelajari. Adapun menurut
istilah para ulama berbeda pendapat
dalammemberikan defenisi terhadap al-Qur’an. Ada yang mengatakan bahwa al- Qur’an adalah Kalam Allah yang bersifat
Mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
Saw melalui perantara Malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya dari Allah
Swt, yang dinukilkan secara mutawatir; membacanya merupakan ibadah ;
dimulai dengan surah Al- Fatihah dan di akhiri
dengan surah al- Nas 1
Ada yang mengatakan bahwa al-Qur’an adalah kalamullah yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui
Malaikat Jibril sebagai
mukjizat dan berfungsi
sebagai hidayah (petunjuk).2 Ada juga yang mengatakan bahwa al-Qur’an adalah
kalamullah yang diriwayatkan kepada kita yang ada pada kedua kulit mushaf. Yang lain
mengatakan: al-qur’an adalah kalamullah yang ada pada kedua kulit mushaf yang dimulai dari surah al-Fatihah dan di akhiri
dengan surah al-Nas. Yang lain mengatakan : al-Qur’an adalah kalamullah
yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
yang dinukil atau diriwayatkan secara mutawatir dan membacanya bernilai ibadah. Ada juga yang mengatakan
: al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad, dengan bahsa Arab,
yang sampai kepada
kita secara mutawatir, yang ditulis di dalam
mushaf, dimulai dari surah al-fatihah dan di akhiri dengan Surah Al-Nas, membacanya berfungsi sebagai ibadah,
sebagai mujizat bagi Nabi Muhammad dan sebagai
hidayah atau petunjuk bagi
umat manusia3
2 Departemen Agama RI, Al-Qur’an
dan Tafsirnya, (Jakarta:
Lentera Abadi, 2010),
7.
3 Ibid., 8.
Pembahasan
Ahlus sunnah wal jama’ah telah sepakatbahwasanya Allah
Ta’ala memiliki sifat berbicara/ berfirman. Kalam Allah Swt berupa Lafadz (ucapan) dan memiliki makna. Bukan hanya lafadz yang tidak memiliki makna, atau makna
saja tanpa lafadz. Para salaf telah sepakat bahwa penetapan sifat Al-kalam
bagi Allah dengan tanpa mengubahnya, menolaknya, menggabarkan tata caranya,
serta tidak memisalkannya.
Kalam Allah adalah sifat yang haqiqiyang ditetapkan
selayaknya bagi Allah Swt, dan terdiri dari
huruf dan suara, dengan cara yang dikehendaki-Nya, kapan Dia berkehendak dan
dapat didengarkan oleh siapa yang
dikehendaki-Nya, sebagaimana Musa As mendengarkan tanpa perantara, begitu juga Jibril dan para malaikat
serta rasul yang Allah Ta’ala
izinkan untuk dapat
mendengarkanya.4
Didalam Surah QS. Ali Imran:55 Allah
Swt berfirman
Al-Qur’an adalah
Kalam Allah
Sifat tidak mungkin
terpisah dari pemilik
sifat. Karena Kalam Allah merupakan salah satu sifat Allah maka Kalam Allah
tidak terpisah dari Allah. Karena
itu, sifat Allah bukan Makhluk.
Al- Qur’an yang agung adalah
termasuk Kalam Allah Swt, karena itu Al-Qur’an bukan Makhluk. Kita wajib meyakini
bahwa Al-Qur’an adalah
Kalam Allah Ta’ala
dan bukan makhluk
ciptaan-
Nya. Pembenaran kita akan hal ini merupakan
bagian dari iman kepada Allah yang merupakan
rukun Iman yang pertama.
Dalil mengenai
Al-Qur’an adalah Kalam Allah adalah
(Qs. At-Taubah: 6)
“Dan jika seorang Diantara orang-orang musyirikin itu
meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah,” (Qs.At-Taubah :6)
Al-Qur’an sebagai tali Allah yang kokoh, disampaikan melalui perantara rasul untuk menyampaikan apa yang dikehendaki Allah
terhadap makhluk-Nya, dan sebagai jalan hidup
yang lurus. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Rabb semesta alam melalui malaikat yang terpercaya kepada penghulu para nabi, yaitu Nabi Muhammad Saw
dengan menggunakan Bahasa Arab yang
dapat dipahami. Malaikat Jibril Alaihissalam hanya membawa Al-qur’an turun dari
sisi Allah Ta’ala, sebagaimana disebutkan
dalam Al-Qur’an :
“ Katakanlah : Ruhul Qudus (Jibril) Menurukan
Al-Qur’an itu dari Tuhanmu “ ( An- Nahl:102)
Al-Qur’an Kembali kepada Allah, yaitu sifat Al-Kalam berupa
Al-Qur’an kembalinya kepada Allah
Ta’ala. Dialah Al-mutakallim bil Qur’an(
Yang berfirman dengan al-Qur’an). Tidak ada seorangpun selain Allah yang di sifati demikian.
Penutup
Jadi bisa disimpulkan bahwa Al-Qur’an merupakan Kalam Allah
bukanlah Kalam Nabi. Walaupun Manusia
menulis dan mencetak
Al-Qur’an dalam bentuk mushaf, atau menghafalnya
dalam dada-dada mereka, atau membacanya dengan lisan-lisan mereka, maka hal tersebut tidak
mengeluarkan hakikat al-qur’an sebgai Kalam Allah.
Hal ini dapat dipahami karena
suatu perkataan pada hakikatnya di nisbatkan kepada
siapa yang mengucapkan pertama kali , bukan dinisbatkan kepada siapa yang
menyampaikan selanjutnya.
Kembalinya Al-Qur’an kepada Allah juga memiliki makna bahwa
al-Qur’an akan di angkat kepada Allah
Ta’ala sebagaimana disebutkan di beberapa atsar bahwa al-qur’an akan hilang dari Sebagian mushaf dan dada-dada manusia
pada akhir zaman. Hal yang demikian terjadi Wallahu
A’lam Ketika manusia sudah berpaling dari Al-Qur’an dan tidak mengamalkannya, maka Allah mengangkatnya dari mereka
sebagai bentuk pemuliaan terhadap Al-Qur’an ,
Wallahul musta’an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar