Breaking News

Rabu, 27 April 2022

Apakah Al-Qur’an Qalam Allah ? Atau Qalam Nabi ?

 

Apakah Al-Qur’an Qalam Allah ? Atau Qalam Nabi ?

 

Muhammad Iqbal Ash-Shiddieqy 1930301028

 

 

Pendahuluan

 

Kata al Qur’an menurut Bahasa mempunyai arti yang bermacam-macam, salah satunya adalah bacaan atau sesuatu yang harus di bac, dipelajari. Adapun menurut istilah para ulama berbeda pendapat dalammemberikan defenisi terhadap al-Qur’an. Ada yang mengatakan bahwa al- Qur’an adalah Kalam Allah yang bersifat Mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantara Malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya dari Allah Swt, yang dinukilkan secara mutawatir; membacanya merupakan ibadah ; dimulai dengan surah Al- Fatihah dan di akhiri dengan surah al- Nas 1

Ada yang mengatakan bahwa al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril sebagai mukjizat dan berfungsi sebagai hidayah (petunjuk).2 Ada juga yang mengatakan bahwa al-Qur’an adalah kalamullah yang diriwayatkan kepada kita yang ada pada kedua kulit mushaf. Yang lain mengatakan: al-qur’an adalah kalamullah yang ada pada kedua kulit mushaf yang dimulai dari surah al-Fatihah dan di akhiri dengan surah al-Nas. Yang lain mengatakan : al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang dinukil atau diriwayatkan secara mutawatir dan membacanya bernilai ibadah. Ada juga yang mengatakan : al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, dengan bahsa Arab, yang sampai kepada kita secara mutawatir, yang ditulis di dalam mushaf, dimulai dari surah al-fatihah dan di akhiri dengan Surah Al-Nas, membacanya berfungsi sebagai ibadah, sebagai mujizat bagi Nabi Muhammad dan sebagai hidayah atau petunjuk bagi umat manusia3

 1 M. Quraish Shihab, Sejarah dan Ulum Al-Quran, (Jakarta: Pusataka Firdaus, 2008), 13

2 Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya, (Jakarta: Lentera Abadi, 2010), 7.

3 Ibid., 8.


Pembahasan

 

Ahlus sunnah wal jama’ah telah sepakatbahwasanya Allah Ta’ala memiliki sifat berbicara/ berfirman. Kalam Allah Swt berupa Lafadz (ucapan) dan memiliki makna. Bukan hanya lafadz yang tidak memiliki makna, atau makna saja tanpa lafadz. Para salaf telah sepakat bahwa penetapan sifat Al-kalam bagi Allah dengan tanpa mengubahnya, menolaknya, menggabarkan tata caranya, serta tidak memisalkannya.

Kalam Allah adalah sifat yang haqiqiyang ditetapkan selayaknya bagi Allah Swt, dan terdiri dari huruf dan suara, dengan cara yang dikehendaki-Nya, kapan Dia berkehendak dan dapat didengarkan oleh siapa yang dikehendaki-Nya, sebagaimana Musa As mendengarkan tanpa perantara, begitu juga Jibril dan para malaikat serta rasul yang Allah Ta’ala izinkan untuk dapat mendengarkanya.4


Didalam Surah QS. Ali Imran:55 Allah Swt berfirman


 (Ingatlah), ketika Allah Berfirman : Hai “Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepda-ku “(QS> Ali Imran:55)

 Ayat di atsa berisi perkataan Allah Ta’ala kepada ‘Isa’ alaihissalam yang menunjukkan bahwa Kalam Allah adalah huruf, karena suatu perkataan yang bisa didengar pasti didalamnya terdiri dari huruf

 

Al-Qur’an adalah Kalam Allah

 

Sifat tidak mungkin terpisah dari pemilik sifat. Karena Kalam Allah merupakan salah satu sifat Allah maka Kalam Allah tidak terpisah dari Allah. Karena itu, sifat Allah bukan Makhluk. Al- Qur’an yang agung adalah termasuk Kalam Allah Swt, karena itu Al-Qur’an bukan Makhluk. Kita wajib meyakini bahwa Al-Qur’an adalah Kalam Allah Ta’ala dan bukan makhluk ciptaan-

 

Nya. Pembenaran kita akan hal ini merupakan bagian dari iman kepada Allah yang merupakan rukun Iman yang pertama.

Dalil mengenai Al-Qur’an adalah Kalam Allah adalah (Qs. At-Taubah: 6)

 

“Dan jika seorang Diantara orang-orang musyirikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah,” (Qs.At-Taubah :6)

Al-Qur’an sebagai tali Allah yang kokoh, disampaikan melalui perantara rasul untuk menyampaikan apa yang dikehendaki Allah terhadap makhluk-Nya, dan sebagai jalan hidup yang lurus. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Rabb semesta alam melalui malaikat yang terpercaya kepada penghulu para nabi, yaitu Nabi Muhammad Saw dengan menggunakan Bahasa Arab yang dapat dipahami. Malaikat Jibril Alaihissalam hanya membawa Al-qur’an turun dari sisi Allah Ta’ala, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an :


Katakanlah : Ruhul Qudus (Jibril) Menurukan Al-Qur’an itu dari Tuhanmu ( An- Nahl:102)

Al-Qur’an Kembali kepada Allah, yaitu sifat Al-Kalam berupa Al-Qur’an kembalinya kepada Allah Ta’ala. Dialah Al-mutakallim bil Qur’an( Yang berfirman dengan al-Qur’an). Tidak ada seorangpun selain Allah yang di sifati demikian.


Penutup

 

Jadi bisa disimpulkan bahwa Al-Qur’an merupakan Kalam Allah bukanlah Kalam Nabi. Walaupun Manusia menulis dan mencetak Al-Qur’an dalam bentuk mushaf, atau menghafalnya dalam dada-dada mereka, atau membacanya dengan lisan-lisan mereka, maka hal tersebut tidak mengeluarkan hakikat al-qur’an sebgai Kalam Allah. Hal ini dapat dipahami karena suatu perkataan pada hakikatnya di nisbatkan kepada siapa yang mengucapkan pertama kali , bukan dinisbatkan kepada siapa yang menyampaikan selanjutnya.

Kembalinya Al-Qur’an kepada Allah juga memiliki makna bahwa al-Qur’an akan di angkat kepada Allah Ta’ala sebagaimana disebutkan di beberapa atsar bahwa al-qur’an akan hilang dari Sebagian mushaf dan dada-dada manusia pada akhir zaman. Hal yang demikian terjadi Wallahu A’lam Ketika manusia sudah berpaling dari Al-Qur’an dan tidak mengamalkannya, maka Allah mengangkatnya dari mereka sebagai bentuk pemuliaan terhadap Al-Qur’an , Wallahul musta’an.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Barisan Muda M.taklim